Senin, Oktober 15, 2012

Pendidikan di Indonesia

-->
Saya pernah baca disalah satu sumber bahwa Pendidikan merupakan kunci pembangunan. Yang dinamankan kunci adalah hal yang sangat penting untuk membuka suatu yang terkunci, jadi pendidikan sendiri memiliki peran yang sangat penting untuk membuka kejumudan dalam segala aspek pembangunan. Pembangunan yang dimaksud mempunyai beberapa sudut pandang, baik pembangunan dalam hal infrastruktur maupun pembangunan dalam hal kebudayaan dan intelektual.
Pembangunan infrastruktur, kebudayaan dan intelektual semua itu tidak akan terwujud tanpa peran serta pendidikan dalam pembangunan. Pembangunan infrastruktur yang berkualitas merupakan bukti tingginya kebudayaan suatu kaum, dan tingginya kebudayaan merupakan bukti kehebatan intelektual suatu kaum.
Satu sama lain antara tiga bidang tersebut berkaitan dengan begitu eratnya, dan itu semua akan terwujud dengan pendidikan. Jika memang pendidikan itu hal yang sangat penting maka haruslah pendidikan dirancang sebaik mungkin, dan bagaimanakah pendidikan di Indonesia sekarang? Apa sudah cukup untuk membentuk manusia-manusia berkualitas yang akan menjadi pemegang kekuasaan bangsa ini?
Indonesia telah dijajah negara barat beratus-ratus tahun lamanya, pendidikan yang kurang menjadikan warga Indonesia bersikap pasrah dengan penjajahan. Namun dalam penjajahan itulah muncul kesadaran-kesadaran para tokoh pendidikan Indonesia seperti Ki Hajar Dewantara. Dia dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Hari lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya pun dipakai oleh Departemen Pendidikan RI sebagai semboyan, yaitu ing ngarsa sungtulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani  (di depan memberi teladan, di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa, di belakang memberi dorongan).
Rumus itu telah dipraktekan oleh Ki Hajar Dewantara dengan mendirikan Perguruan Nasional Tamansiswa. Dari situlah dimulai mendidik para siswanya untuk memiliki nasionalisme sehingga mau berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Ki Hajar saat itu menempati posisi ing madya mangun karsa, karena berada di tengah-tengah antara rakyat pribumi dan pemerintah belanda sehingga beliau menciptakan peluang untuk berprakarsa para rakyat pribumi membangun kesadaran pentingnya memerdekakan Indonesia.
Kita telah mengetahui bagaimana semangat Ki Hajar Dewantara dalam usaha membangun Negara ini dengan memberikan pendidikan kepada rakyat Indonesia. Sekarang bagaimanakah saat ini keadaan pendidikan Indonesia, seandainya Ki Hajar Dewantara masih hidup apakah beliau akan merasa bangga dengan pendidikan di Indonesia saat ini.
Dimasa ini yang sering kita temui pergantian kurikulum, bagi saya para anak didik di Indonesia seperti kelinci percobaan para menteri pendidikan yang tak juga usai menguji coba kurikulum pendidikan yang mereka buat kepada peserta didik unutuk menyeleksi manakah kurikulum yang paling ‘joss’. Sebenarnya apa hanya kurikulum yang menentukan kualitas pendidikan?, padahal banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan selain kurikulum salah satunya yaitu Guru.

Menurut salah satu sumber, guru di Indonesia hanya 60% yang layak mengajar dan sisanya masih perlu pembenahan. Tentu saja hal itu terjadi karena kurang pelatihan skill, kurangnya pembinaan terhadap kurikulum baru, dan kurangnya gaji. Masih banyak guru honorer yang sibuk ngurusin asap dapur rumahnya agar terus menyala.
Guru digugu dan ditiru, slogan klasik yang sudah akrab ditelinga kita ini sepertinya tidak lagi terterapkan dengan semestinya lagi. Murid saja sedikit yang menghargai gurunya, demikian juga pemerintah benyak yang memandang rendah kepada guru sehingga orangpun tidak termotivasi menjadi guru. Padahal tanpa sosok pahlawan ini tidak akan ada sosok seperti Habibi.
Sudah sepantasnya kita sebagai warga dan pemerintah Indonesia saling bahu membahu memberi andilnya dalam memajukan pendidikan di negara tercinta ini untuk kemajuan Intelektual, Kebudayaan dan Infrastruktur demi kemaslahatan bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Pilih Bahasa

Arsip Blog